penyakit menular tagged posts

ini 7 penyakit menular pada anak disekolah yang patut moms waspadai

December 2, 2019 Uncategorized  No comments

Bagi Si Kecil, kembali ke sekolah ialah hal menyenangkan. Di sekolah, ia bisa bertemu & bermain bersama teman-temannya. Ia jg bisa belajar banyak hal baru bersama guru-gurunya.
Tapi Moms jg harus waspada. Kembali masuk sekolah artinya Si Kecil kembali berisiko tertular berbagai macam penyakit yg tersebar di sekolah.
Dikutip dari , sekolah memang jadi sarang penyakit. Orang tua tdk tahu penyakit apa saja yg mungkin sedang diderita teman Si Kecil di sekolah. Namun, ada baiknya seandainya Moms melakukan langkah antisipasi.
Pamela Murray dari Departemen Kedokteran Anak & Remaja West Virginia University mengatakan bahwa orang tua bisa mengingatkan anaknya utk selalu mencuci tangan setelah memegang benda-benda yg ada di sekolah. Bekali jg anak dng hand sanitizer,” ungkapnya.
Sebenarnya, penyakit apa saja sih yg biasanya menular di sekolah? Cari tahu yuk Moms!
Demam
Demam biasanya ditularkan lewat udara melalui bersin, batuk, atau sentuhan dng benda yg terkena virus. Saat demam, Si Kecil akan merasa lemas, hidung mampet, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, & pilek.
Saat buah hati demam, berikan ia cairan yg cukup. Kebanyakan demam akan hilang setelah seminggu. Menurut Center for Disease Control and Prevention, dlm setahun, anak setidaknya akan mengalami demam sebanyak 2-3 kali.
Flu
Flu merupakan penyakit yg menyerang saluran pernafasan atas. Flu disebabkan oleh virus influenza.
Sama seperti saat demam, anak jg akan merasa lemas, hidung mampet, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, & pilek saat terserang flu. Anak jg kemungkinan akan merasa mual & muntah.
supaya cepat sembuh, berikan Si Kecil cairan yg cukup & minta ia utk istirahat. Flu ini bisa dicegah dng vaksin flu & tentunya dng mencuci tangan.
Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri bernama streptococcus. Bakteri ini menyebar di udara melalui batuk & bersin. Bakteri ini jg bisa menular dari alat makan yg digunakan bersama.
Saat mengalami radang tenggorokan , anak biasanya tdk mau makan karna kesakitan saat menelan. Pilihkan makanan yg bertekstur lembut & mengandung banyak cairan utk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Bawa anak ke dokter utk mendapatkan antibiotik. Antibiotik akan membuat kondisi tenggorokan jadi lebih baik sehingga anak bisa makan dng lebih baik.
Fifth Disease
Fifth disease merupakan penyakit yg disebabkan oleh parvovirus. Virus ini menyebar di udara lewat batuk & bersin. Saat terkena fifth disease, ruam merah akan muncul di kulit Si Kecil.
Penyakit ini akan hilang dng sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, seandainya fifth disease disertai dng demam tinggi, sebaiknya Moms segera membawa Si Kecil ke dokter.
Cacar Air
Penyakit lain yg umumnya ditularkan di sekolah ialah cacar air. Cacar air akan sangat mudah menular dari satu anak ke anak lainnya.
Cacar air awalnya terlihat seperti gigitan nyamuk, namun nantinya membesar dng cairan di dalamnya. Rasanya akan sangat gatal.
tdk ada penanganan khusus utk cacar air. Cacar air akan kering & mengelupas dng sendirinya setelah 7-10 hari.
Moms hanya perlu memastikan Si Kecil tdk menggaruknya karna kemungkinan besar akan meninggalkan bekas ketika digaruk.
Kutu
Banyak orang tua yg tdk menyadari anaknya memiliki kutu sampai buah hati punya hobi baru, menggaruk-garuk kepalanya. Lalu Moms bingung, penyakit menular anak apakah ini?
Kutu bisa dng mudah merangkak dari satu kepala anak ke kepala anak lainnya. Kutu memang tdk menimbulkan penyakit, namun kutu menimbulkan rasa gatal & tdk nyaman pada kulit kepala.
Hal yg perlu Moms khawatirkan ialah ketika Si kecil menggaruk dng sangat keras hingga menimbulkan luka di kulit kepala. Luka tersebut bisa saja menimbulkan infeksi.
Kutu bisa dihilangkan dng menggunakan shampo khusus yg akan membunuh kutu & telurnya. Moms jg bisa mencari kutu secara manual dng bantuan sisir khusus yg bergigi rapat.
Cacing Kremi
Penyakit lain yg umumnya ditularkan di sekolah ialah cacing kremi. Telur cacing kremi biasanya ditemukan pada kotoran hewan. seandainya Si kecil bermain di tempat yg kotor yg mungkin terdapat kotoran hewan, ia bisa saja mendapatkan cacing kremi.
Telur cacing kremi bisa saja masuk mulut dari tangan kotor. Telur tersebut kemudian menetas di dlm perut & menyebar di saluran pencernaan. Anak yg memiliki cacing kremi biasanya akan merasakan gatal di area anus.
Cacing kremi bisa dibasmi dng obat cacing yg diminum secara teratur. Pastikan jg buah hati selalu mencuci tangannya sebelum makan.

Read More

Hindrkan dari penyakit menular seksual hingga HIV

December 2, 2019 Uncategorized  No comments

MEMAKAI kondom saat bercinta amatlah disarankan. Hal itu demi menghindari risiko yg bisa muncul & membahayakan kesehatan. Meskipun begitu, masih ada saja yg enggan menggunakan kondom saat bercinta. Alasannya sih, kurang memahami bahaya yg timbul ketika bercinta tanpa kondom.
Wah, anda wajib tahu bahwa ada risiko yg bisa merugikan kesehatan anda seandainya bercinta tanpa kondom. Berikut 3 risiko yg timbul seandainya bercinta tanpa kondom.
Kondom melindungi dari penyakit kelamin.
Bayangkan saja tubuh anda sebuah rumah yg harus dilinduingi dari serangan virus & bakteri. Serangan itu bisa masuk dng berbagai cara, salah satunya lewat pertuakaran cairan. dlm hal ini, saat bercinta, cairan yg berasal dari tubuh pasangan, seperti darah, air mani, & cairan vagina bisa langsung masuk ke tubuh anda.
utk melindungi tubuhmu dari ‘invasi’ virus & bakteri dari cairan tubuh pasangan, anda perlu kondom. Kondom akan menjadi penghalang dari darah serta cairan kelamin yg membawa bibit-bibit penyakit menular seksual.
Selain itu, kondom jg merupakan pilihan terbaik bagi anda yg memiliki penyakit kelamin, tapi ingin berhubungan intim. Benda ini akan melindungi anda dari beberapa penyakit, seperti herpes genital, sipilis, klamidia, hepatitis, gonore, hingga HIV.

  1. Kehamilan yg tdk direncanakan
    Kehamilan tak direncanakan ialah salah satu risiko bercinta tanpa kondom.
    Tak berniat hamil bukan berarti anda tak bercinta selamanya. Kondom bisa jadi pilihan alat kontrasepsi. Kondom termasuk alat kontrasepsi yg populer karna murah, mudah dicari, & tdk sulit digunakan.
    Penting banget loh menggunakan kontrasepsi saat anda memang enggak berencana hamil, tapi aktif bercinta. Pasalnya, kehamilan yg tdk direncanakan bisa berisiko karna beberapa alasan. Tubuhmu mungkin blm siap hamil karna kondisi atau penyakit tertentu. anda & pasangan pun blm siap secara psikologis atau finansial utk menghadapi kehamilan & memiliki anak.
  2. Rentan terserang infeksi vagina
    Bercinta tanpa kondom menimbulkan risiko infeksi vagina.
    Meskipun anda & pasangan sudah yakin tak mengidap penyakit kelamin, jangan abaikan penggunaan kondom. Sebuah penelitian yg dilansir laman Medical Daily melaporkan bahwa tdk memakai kondom saat seks akan memicu munculnya gardnerella vaginalis & lactobacillus iners, yakni bakteri yg berisiko utk mengembangkan infeksi vagina.
    Hal itu bisa terjadi karna vagina dihuni dua jenis bakteri, yakni bakteri yg tergolong baik & jahat. Bakteri baik bertugas mengendalikan pertumbuhan bakteri jahat. Berhubungan intim tanpa menggunakan kondom akan memudahkan masuk & berkembangnya bakteri jahat, sehingga memicu ketidakseimbangan jmlh bakteri baik yg harusnya memerangi bakteri jahat penyebab infeksi vagina.
    Singkatnya, bakteri yg terdapat pada penis dpt mengakibatkan perpindahan bakteri ke vagina, yg akhirnya berujung pada peradangan & berpotensi menyebabkan infeksi vagina.()
    Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Read More